Usaha borondong ketan merupakan salah satu potensi kuliner khas yang masih bertahan dan berkembang di Kampung Karangsari Tonggoh, RT 01 RW 03, Desa Karangsari. Usaha ini dijalankan oleh Ibu Pipit (40), yang meneruskan tradisi keluarga dalam memproduksi borondong ketan yang telah ada sejak puluhan tahun lalu.
Sejarah usaha borondong ini berawal dari generasi sebelumnya, yakni ibu mertua dari Ibu Pipit, yang telah memulai usaha ini hampir 80 tahun yang lalu. Kini, usaha tersebut telah memasuki generasi ketiga dan mulai dikelola secara aktif oleh Ibu Pipit sejak sekitar 9 tahun terakhir. Dalam menjalankan usahanya, Ibu Pipit juga dibantu oleh anggota keluarga, terutama saat produksi meningkat.
Borondong ketan ini dibuat dari bahan-bahan pilihan seperti padi ketan, gula aren, gula putih, dan vanili. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, dimulai dari menyangrai padi ketan menggunakan tungku tradisional. Setelah itu, padi didiamkan semalaman hingga dingin, kemudian diayak dan dibersihkan dari sisa gabah. Tahap berikutnya adalah pencampuran dengan air gula, pencetakan, penjemuran hingga dingin, dan terakhir dikemas dengan rapi.
Dalam sistem produksinya, Ibu Pipit menerapkan sistem pre-order (PO) untuk pesanan dalam jumlah besar. Untuk produksi, biasanya menggunakan 20 liter bahan sangrai yang mampu menghasilkan puluhan bungkus borondong.
Dari segi pemasaran, produk borondong ketan Karangsari telah menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Leuwigoong, Leles, Kadungora, hingga luar kota seperti Bandung, Tangerang, bahkan Medan. Promosi dilakukan secara aktif melalui media sosial, khususnya Facebook pribadi ibu titin dan TikTok dengan nama akun @Borondong
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yaitu Rp13.000 per bungkus untuk borondong ketan biasa. Selain itu, tersedia juga varian borondong wajib karet seharga Rp5.000 per bungkus (isi 10), serta borondong hias seharga Rp40.000 yang biasanya digunakan untuk hantaran pernikahan, ulang tahun, dan acara lainnya.
Meskipun memiliki potensi yang besar, usaha ini juga menghadapi beberapa kendala, seperti sulitnya mendapatkan bahan baku dan keterbatasan sumber daya manusia ketika permintaan sedang tinggi. Namun demikian, Ibu Pipit tetap optimis dalam mengembangkan usahanya.
Ibu Pipit berharap usahanya dapat terus berkembang, memiliki toko oleh-oleh sendiri, serta mampu menambah peralatan produksi yang lebih modern guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Saat ini, usaha borondong ketan ini juga telah memiliki legalitas yang lengkap, sehingga semakin memperkuat kepercayaan konsumen.
Dengan cita rasa khas, proses tradisional, dan semangat melestarikan warisan keluarga, Borondong Ketan Karangsari menjadi salah satu produk unggulan yang patut dibanggakan dari Desa Karangsari.
📞 Kontak: 0821-2756-6132