Usaha kuliner tradisional menjadi salah satu potensi unggulan di Desa Karangsari. Salah satunya adalah produksi kerupuk Asoy, rengginang, dan aneka olahan lainnya yang dijalankan oleh Ibu Mimin Aminah (52), warga Kampung Pendeuy RT 02 RW 10.
Usaha ini telah dirintis sejak tahun 2000-an. Sebelumnya, Ibu Mimin bekerja di tempat lain sebelum akhirnya memutuskan untuk mandiri dan mengembangkan usaha produksi makanan ringan khas. Dengan merek Asmi Produk, kini usahanya dikenal luas oleh masyarakat sekitar hingga luar daerah.
Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari kerupuk Asoy khas Leuwigoong, rengginang, rangining berbahan beras dan singkong, opak ketan, opak singkong, hingga keripik singkong. Semua produk dibuat sendiri secara mandiri oleh Ibu Mimin dengan mempertahankan cita rasa tradisional.
Proses pembuatan kerupuk Asoy dilakukan dengan mencampurkan tepung beras dan tepung tapioka yang kemudian diberi bumbu pilihan. Adonan diuleni hingga kalis, lalu dicetak, dikukus, dan dikeringkan sebelum siap digoreng. Kerupuk ini memiliki empat varian rasa, yaitu original, ketumbar, kencur, dan terasi, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.
Dalam sehari, Ibu Mimin mampu mengolah sekitar 5 liter adonan yang menghasilkan kurang lebih 25 bungkus kerupuk Asoy. Setiap bungkus berisi 24 pcs dan dijual dengan harga Rp13.000 atau sekitar Rp50.000 per kilogram. Selain itu, rengginang dijual seharga Rp40.000 per kilogram atau Rp18.000 per bungkus, sementara rangining singkong dijual Rp35.000 per kilogram atau Rp12.000 per bungkus.
Dari segi pemasaran, produk Asmi telah menjangkau berbagai wilayah seperti Kecamatan Leuwigoong, Leles, Kadungora, hingga beberapa daerah lain di Kabupaten Garut. Bahkan, produk ini sering dijadikan oleh-oleh dan dibawa ke luar kota. Penjualan biasanya meningkat signifikan saat bulan Ramadhan, di mana permintaan pasar cukup tinggi.
Ciri khas produk buatan Ibu Mimin terletak pada rasanya yang gurih, renyah, dan mekar sempurna saat digoreng. Hal ini menjadi keunggulan yang membuat pelanggan tetap setia.
Namun, dalam menjalankan usahanya, Ibu Mimin menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan modal serta faktor usia yang sudah tidak muda lagi. Meski demikian, semangatnya untuk terus berkarya tetap tinggi.
Ke depan, Ibu Mimin berharap usahanya dapat semakin maju dan berkembang, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan pengalaman panjang dan kualitas produk yang terjaga, usaha ini memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu produk unggulan Desa Karangsari.
📞 Kontak: 0831-2890-6383