Usaha peternakan ikan hias menjadi salah satu peluang ekonomi yang terus berkembang di tengah masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Andria Yana Permana (34), warga Kampung Karangsari, Desa Karangsari, yang berhasil mengembangkan usaha ternak ikan hias dari hobi menjadi sumber penghasilan.
Usaha ini mulai dirintis sejak tahun 2020, berawal dari ketertarikan terhadap ikan hias, khususnya ikan cupang. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2021 hingga 2022, Andria mulai serius mengembangkan usahanya dengan membeli sekitar lima pasang indukan ikan cupang dari berbagai jenis. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2023 ia memperluas usahanya dengan menambah jenis ikan lain seperti guppy dan channa.
Dalam proses pemeliharaan, Andria sangat memperhatikan kualitas air dan kesehatan ikan. Air diganti secara rutin setiap satu minggu sekali, sementara pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Pakan yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu pakan hidup seperti cacing, jentik, dan kutu air, serta pakan pelet untuk menunjang pertumbuhan ikan. Selain itu, perawatan ikan juga dilengkapi dengan pemberian obat-obatan guna menjaga kesehatan dan mengatasi penyakit.
Saat ini, Andria memiliki sekitar 70 ekor indukan ikan yang siap dikembangkan. Hasil ternaknya dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook, serta penjualan langsung (offline) di sekitar wilayah Leuwigoong. Pembeli pun datang langsung ke lokasi untuk memilih ikan yang diinginkan.
Meski memiliki potensi yang menjanjikan, usaha ini juga menghadapi kendala, salah satunya adalah penjualan yang bersifat musiman. Permintaan ikan hias tidak selalu stabil, sehingga mempengaruhi pendapatan.
Ke depan nya, Andria berharap usahanya dapat terus berkembang dan lebih maju, baik dari segi produksi maupun pemasaran. Dengan ketekunan dan perawatan yang baik, usaha peternakan ikan hias ini berpotensi menjadi salah satu usaha unggulan di Desa Karangsari.
📞 Kontak: 0851-6714-8668